Rabu, Februari 22, 2012

HUKUM KESEHATAN :KENAIKAN PANGKAT DIV BIDAN PENDIDIK DI INDONESIA By.Arif Budiman, MSc.HL.Med = Dinkes Dharmasraya



ANALISIS HUKUM KESEHATAN  
                   TENTANG KENAIKAN PANGKAT DIV BIDAN PENDIDIK                           
-Magister Hukum Kesehatan Universitas Gadjah Mada.                                              
-Dosen DIV Bidan Pendidik, & S1 Keperawatan STIKES FORT DE KOCK Bukittinggi .
-Dosen S1 Keperawatan & DIII Kebidanan STIKES DHARMASRAYA.

DASAR HUKUM        :
            1.      PP No.12 Tahun 2002
            2.      Permenpan No. 1 Tahun 2008
            3.      Permenkes No.551 Tahun 2009 
             4.   Keputusan  BKN tentang PP No.12 Tahun 2002

Ada sebagian kecil persepsi menyatakan bahwa DIV Bidan Pendidik itu lulusannya  harus menjadi seorang tenaga Dosen dan diberikan kenaikan pangkat  penyesuaian iJazahnya apabila Bidan tersebut bekerja sebagai tenaga Dosen di perguruan tinggi, pernyataan tersebut sangat kurang tepat , seandainya alasan Pemerintah  mendirikan Program Studi  DIV Bidan Pendidik adalah bahwa semua lulusan  diwajibkan untuk jadi tenaga pengajar, bisa jadi dosennya lebih banyak dari mahasiswanya karena semua Program DIV Kebidanan di Indonesia saat ini  masih Program DIV Bidan Pendidik, tapi sebenarnya bukan itu alasan pemerintah. Lulusan DIV Pendidik ini  diharapkan menjadi seorang tenaga pendidik yang berkompeten baik formal maupun non formal, serta berkontribusi dalam upaya peningkatan pembangunan kesehatan diantaranya mampu menerapkan komunikasi, informasi dan edukasi serta melakukan bimbingan, pembinaan, penyuluhan kesehatan yang professional di masyarakat dll, demi terwujudnya kesehatan masyarakat yang optimal dan tercapainya program pemerintah khususnya dalam bidang kesehatan menuju Indonesia  Sehat dan Sejahtera.
Sebelum penulis masuk ke pokok pembahasan,   terlebih dahulu penulis menjelaskan pengertian  Bidan Pendidik.
1.      Bidan
Bidan adalah : PNS yang mempunyai ruang lingkup , tugas, tanggung jawab, dan wewenang untuk melaksanakan pekerjaan pelayanan kebidanan yang diduduki oleh PNS dengan hak dan kewajiban yang diberikan secara penuh oleh Pejabat yang berwenang (Permenkes No.551 tahun 2009)
2.   Pendidik:
Pendidik adalah orang yang memberikan ilmu pengetahuan kepada peserta didiknya dan orang yang melaksanakan pendidikan di tempat – tempat tertentu, tidak mesti di lembaga pendidikan formal, tetapi bisa juga di mesjid, di sarana pelayanan kesehatan,   surau/mushalla, di rumah, dan sebagainya.
3.      Apa itu DIV Bidan Pendidik? terjawab sudah bukan…?

ANALISIS KENAIKAN PANGKAT

Bidan yang telah menyelesaikan Program Studi DIV Kebidanan  (ini mencakup DIV Bidan Pendidik, Klinis dsb)  dapat dinaikan pangkatnya berdasarkan peraturan-peraturan  sbb:
1.     PP No 12 Tahun 2002
A.      Pasal  9 berbunyi :
Kenaikan pangkat pilihan diberikan kepada Pegawai Negeri Sipil yang:
a.       Menduduki jabatan struktural atau jabatan fungsional tertentu
b.      Memperoleh Surat Tanda Tamat Tamat Belajar/Ijazah
B.      Pasal 18
(1)  PNS yang memperoleh :
-          Ijazah Sarjana(S1), atau Ijazah Diploma IV dan masih berpangkat pengatur Tingkat I, Golongan IId kebawah, dapat dinaikkan pangkatnya menjadi Penata Muda, Golongan ruang III/a
(2)  Kenaikan Pangkat sebagaimana dimaksud dalam ayat 1, dapat diberikan apabila:
a.       Diangkat dalam jabatan/diberi tugas yang memerlukan pengetahuan/keahlian yang sesuai dengan ijazah yang diperoleh:
b.      Sekurang-kurangnya telah 1 (satu) tahun dalam pangkat terakhir
c.       DP3 bernilai baik 1 tahun terakhir
d.      Memenuhi jumlah angka kredit bagi  yang menduduki jabatan fungsional
e.       Lulus ujian kenaikan pangkat.
Kalau mengacu pada PP tersebut diatas, spontanitas bidan yang memperoleh ijazah DIV  apapun namanya,  bisa dinaikkan pangkatnya ke Penata Muda Gol. III/a sesuai persyaratan dari ayat  2 diatas.
Karena Profesi Bidan adalah jabatan fungsional maka kenaikan pangkatnya juga mengacu pada Kenaikan Pangkat Jabatan Fungsional dan angka kredit. Adapun peraturan yang mengatur tentang ini  ini adalah:
2.   PERMENPAN NO.1 TAHUN 2008
Didalam permenpan ini jenjang fungsional dan jenjang pangkat  Bidan ada 2 yaitu
1.      Bidan Terampil ( Ijazah paling rendah D I Kebidanan/dibawah DIII Kebidanan)
2.      Bidan Ahli (Ijazah paling rendah S1/DIV Kebidanan/di bawah S3 Kebidanan)
 Dari Permenpan tersebut diatas, pasal yang mengatur tentang kenaikan pangkat DIV bidan pendidik adalah Pasal 30 yang berbunyi sbb:
Bidan Terampil (Ijazah dibawah DIII Kebidanan) apabila memperoleh Ijazah Sarjana (S1)/Diploma IV Kebidanan (baik pendidik ataupun klinik) dapat diangkat dalam jabatan bidan ahli (dengan pangkat Penata Muda IIIa) apabila:
a.       Paling singkat telah 1(satu) tahun dalam pangkat terakhir
b.      Setiap unsur penilaiaan DP3 paling rendah bernilai baik dalam 1(satu) tahun terakhir dan
c.       Memenuhi jumlah angka kredit yang ditentukan untuk jenjang/pangkat yang diduki (Pangkat Penata Muda IIIa)
Dalam Permenpan ini sangat jelas sekali bahwa DIV Bidan Pendidik Kenaikan pangkatnya sudah diatur sedemikian rapi dan sangat terstruktur.

3.   PERMENKES NO 551 TAHUN 2009
Dalam Permenkes ini mengatur tentang Jabatan Fungsional, hampir sama dengan Permenpan No 1 tahun 2008, hanya dalam permenkes disini jelas dinyatakan bahwa Gelar sarjana/keahlian yang diakui dalam bidang  kesehatan diantaranya adalah Pendidikan Kesehatan(DIV Bidan Pendidik)dll.
 Didalam permenkes ini juga dijelaskan tentang pengertian Pendidikan yaitu segala program pendidikan yang berhubungan dengan fungsi tenaga Kebidanan, sehingga didapatkan peningkatan ilmu pengetahuan dan/atau keterampilan dan/atau perbaikan sikap dan perilaku yang berguna dalam peningkatan mutu pelaksanaan pelayanan. Berarti DIV Bidan Pendidik ini adalah pendidikan  yang jenjang pendidikan nya sangat linier sekali.
4.  KEPUTUSAN  BKN NO.12 TAHUN 2002
Keputusan BKN ini berdasarkan PP No 12 Tahun 2002,  analisanya tidak jauh berbeda.

5.  BIRO KEPEGAWAIAAN KEMENTERIAN KESEHATAN RI
Selain mengacu pada aturan-aturan yang berlaku, kita kembali kepada yang merekomendasikan atau yang menggagas berdirinya Pendidikan DIV Bidan Pendidik, tak lain tak bukan rujukan kita adalah Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dimana penulis melakukan konsultasi langsung via online dengan  Biro Kepegawaiaan Kemenkes RI ternyata jawabannya sangat mengembirakan bagi profesi kebidanan dimana DIV Bidan Pendidik bisa dinaikkan pangkatnya ke Penata Muda IIIa/Bidan ahli.
Disamping itu penulis  juga mengintip hasil Konsultasi antara Bidan lulusan DIV Bidan Pendidik yang bernama Masniwati Saragih dengan Biro Kepegawaian Kemenkes RI(Website Kemenkes RI),  berikut hasil konsultasinya:
Pertanyaan:
Sore…dok saya mau tanya tentang Jabatan Fungsional DIV Bidan pendidik, karena saya tidak bisa mengurus fungsional saya? Makasih(MASNIWATI SARAGIH)-masnileo@yahoo.coid)
Jawaban Kemenkes RI:
Untuk DIV Bidan Pendidik dapat diangkat dalam JabFung Bidan Ahli, tks (dr .Neneng Risma Yanti)

   Demikianlah,  analisis dari penulis, sepanjang aturan terbaru/lebih tinggi tentang peraturan kenaikan pangkat belum terbit dasar hukum ini masih bisa dipakai. Jangan lupa ya... asas preferensi hukum yaitu: Lex specialis derogat legi generali , Lex posterior derogat legi priori, Lex superior derogat legi inferiori . Assalamualaikum. W.W.

SEMOGA BERMANFAAT
TQ
Poskan Komentar